PENULIS : Dr. Tulus Musthofa, Lc, MA
PENERBIT : MUI DIY
DICETAK OLEH : www.percetakanjogja.com
Tahun 2014 adalah tahun politik, karena di tahun itu diselenggarakan Pemilihan Umum, yaitu pemilihan Legislatif, yang telah berlangsung pada tanggal 9 April 2014, kemudian akan disusul Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 9 Juli 2014. Proses Pemilihan Umum adalah proses kompetisi. Setiap kompetisi ada proses perebutan yang dapat mengandung potensi konflik. Hal ini akan mengganggu ukhuwwah Islamiyah. Untuk itu maka pada tanggal 25 Januari 2014, MUI DIY menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya dengan thema “Ukhuwwah Islamiyah dan Pemilihan Umum”.
Keprihatinan MUI terhadap Pemilihan Umum ini ada 3, yaitu :
1. Kemungkinan tidak maksimalnya partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum, yaitu kemungkinan adanya golput.
2. Kemungkinan terganggunya ukhuwwah Islamiyah, kerukunan masyarakat
3. Kemungkinan terjadinya konflik yang akan mengganggu kesatuan dan persa
tuan bangsa
Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, maka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI DIY Tahun 2014, yang diselenggarakan pada tanggal 01 Pebruari 2014 memberikan rekomendasi agar disiapkan teks taushiyah atau khutbah yang dapat memberikan pencerahan kepada ummat agar berpartisipasi dalam pemilu dan tetap menjaga ukhuwwah, kasatuan dan persatuan.
Menyadari bahwa jumlah ummat Islam di DIY ada 92 % dari jumlah penduduk DIY, maka peran ummat Islam adalah sangat menentukan suksesnya Pemilihan Umum tersebut, yaitu :
1. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ikut Pemilu, sehingga tidak ada yang berisikap golput (tidak mau memilih)
2. Tetap terbiananya ukhuwwah Islamiyah, tidak terjadi konflik vertikal maupun horizontal sehingga terpelihara adanya kerukunan, Kesatuan dan Persatuan, dengan memegangi motto “Pilihan Berbeda, tetapi ukhuwwah, Kastuan dan Persatuan terjaga”
3. Hasil Pemilu dapat terpilihnya pemimpin yang mempunyai sifat dan karakter, sebagaimana telah diputuskan dalam Ijtima’ Ulama Nasional pada tahun 2009 di Padang Panjang Sumatra Barat, yaitu : (1) amanah (jujur), (2) sidiq (benar dan tidak bohong), (3) fathonah/cerdas, mampu memberikan solusi yang tepat terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat, (4) tabligh/komunikatif, yaitu mampu menyampaikan dan meyakinkan masyarakat atas rencana dan program yang akan dikerjakan.


Tidak ada komentar